26 August 2013

EnjoyJakarta : Wisata Bawah Laut Pulau Kotok

Mungkin beberapa dari kalian tahu lomba yang di adakan oleh vivalog bekerjasama dengan dinas pariwisata kepulauan seribu beberapa waktu yang lalu. Hadiahnya yang diperebutkan pun tidak tanggung-tanggung lho.
Total 18 juta rupiah untuk 3 pemenang utama ditambah pelatihan diving bersertifikat! Saya tentu saja ssangat tertarik mengikutinya. Pertama, saya posting tulisan yang pernah ditulis sebelum ada event ini tentang Pulau Pari. Merasa tidak begitu mengigit, postingan kedua yang pakai niat banget, kembali saya submit.

Sambil berharap-harap cemas dengan pengumumannya pada tanggal 5 agustus 2013. Sebelumnya akan dipilih dulu 10 finalis terbaik yang akan diberikan pelatihan diving baik kelas teori maupun kolam sebelum akhirnya ujian sertifikasi langsung di Pulau Kotok, Kepulauan Seribu. Baru akan dipilih lagi 3 field report terbaik untuk menjadi pemenang utama. Selain itu, bisa ketemu dan menyelam dengan pioneer presenter traveling, Riyanni Djangkaru.


Dan akhirnya, saatnya pengumuman!
I'm in!! walaupun peserta paling bontot, ga masalah! pokoknya i'm in! 
Dari 300 blog yang masuk, hanya 140 blog yang memenuhi persyaratan dan kemudian
di saring lagi menjadi 10 besar :)

13 Agustus 2013
Kantor Viva, Pulo Gadung
Setelah pengumuman resmi, 10 finalis di undang ke kantor vivalog untuk technical meeting yang buat saya nunjauh amat sangat sekali. Kantor vivalog berada di rawa terate, Pulo Gadung. Karna ga ada yang bisa anterin, akhirnya saya mencoba transjakarta yang langsung dari stasiun Grogol2 langsung ke Pulo Gadung.

Sampai di kantor Viva, disana sudah ada beberapa blogger yang tiba duluan. Sambil menunggu peserta lain dan pihak dari divemag serta Naui di kantor Viva yang cozy, kamipun mulai bertukar cerita dan account twitter untuk memudahkan komunikasi? tentu tidak, hanya untuk memudahkan efek narsis kita aja :)


Akhirnya setelah semua berkumpul, pihak Viva mulai menjelaskan jadwal yang harus kami ikuti
dalam melakukan pelatihan diving di kolam renang senayan, gelora bung karno.
Hingga ujian di pulau kotok, kepulauan seribu. Kalau dilihat dari itinarynya sih mayan padat ya.



Setelah itu, dari pihak Divemag (mas Brim) dan Global Dive (Bang John) 
mulai membagikan kami lembaran pertanggungjawaban 
yang wajib diisi sebelum melakukan pelatihan diving.




Defi, Dzul dan Bambang serius mengisi form 

dan kemudian semua berkas kami di periksa oleh mas Brim dan bang John.
Diberikan briefing singkat apa yang harus kami lakukan dan apa itu diving.
Dari unsur keselamatan dan resiko yang harus kami hindari.

Salah satu dari kami bertanya :
"Apa sih resiko paling berbahaya dari diving?

"ya... mati!" dijawab dengan gamblang oleh Bang John

kami pun "........................................................................" 
#heningsesaat #tertawagetir #keringatdingin

"makanya kalian diberikan pelatihan dari awal dengan benar sesuai aturan 
untuk menghindari resiko kecelakaan, selama puluhan tahun saya diving 
dan memberikan pelatihan, tidak ada record kecelakaan.
Saya maunya selalu menjaga seperti itu"

Menurut saya, semua kegiatan pasti ada resikonya. Tidak usah contoh yang susah,
lagi duduk aja kita bisa jatuh kalau duduknya grasak. 
Makanya kita harus bisa mengerti cara duduk yang benar sesuai aturan :)

Awal mengikuti lomba blog inipun saya tidak
berharap terlalu banyak akan diberikan pelatihan komplit untuk menjadi diver. Dalam pikiran saya :
"paling cuma di briefing sedikit dan diajak discovery scuba aja (nyelam cantik)"

Seperti yang pernah saya lakukan ketika mencoba discovery scuba di Bali. 
Hanya diberikan briefing super singkat sekitar 10 menit, 
dan saya pun menyelam di temani satu instruktur yang mengikuti selama saya sibuk di bawah laut. 
Tanpa mengetahui resiko-resiko diving yang saya sama sekali.
BENAR-BENAR TIDAK PAHAM!!! 
#muda&berbahaya&bitstupid

Ternyata dari pihak Vivalog dan Pariwisata Kepulauan Seribu benar-benar
akan memberikan kami pengalaman diving sesungguhnya. Sehingga melibatkan Divemag & Global Dive
yang memberikan pelatihan, mengawasi dan membimbing kami sebelum mencoba langsung dive
di pulau kotok, kepulauan seribu. *Kecup pihak viva & pariwisata kepulauan seribu ;)

Kami akan berkumpul kembali besok untuk pelatihan teori pertama kami dikantor
Global Dive di senayan. Sertifikasi yang akan kami terima setelah pelatihan diving dari 
NAUI yang mempunyai moto Dive Safety Through Education. 

Seperti apa pelajaran yang kami terima?
penasaran dengan perjalanan kelas diving kami? Serasa kuliah lagi, ampun deh. 


14 Agustus 2013
kolam renang senayan, GBK - 16:00 - 21:30
(kantor Global Dive)


ruang kelas global dive yang 3 kali saya kesana, 3 kali ganti layout :D
bagus sih, jadi ga bosen.

Kelas pertama dimulai dengan pengenalan organisasi NAUI, SCUBA, pengenalan alat
dan cara menggunakan alat yang akan kami gunakan untuk diving. Dijelaskan langsung oleh
Bang John dan kemudian dibantu oleh mba Jeyy, salah satu calon Divemaster di Global Dive.
Salah satu keuntungan diajari oleh yang sudah berpengalaman tinggi adalah mendapat sharing
cerita dan kurang lebih tips-tips berharga yang bisa digunakan ketika melakukan penyelaman.

Diving tidak hanya digunakan untuk wisata bawah laut saja, tapi bisa dijadikan profesi 
bahkan menjadi profesional atau yang sedikit lebih keren, seperti yang dilakukan Bang John
MENCARI MAYAT!!! #maupengsan
Mungkin kalian pernah membaca berita tenggelamnya MV Krakatao yang mengadakan
perjalanan diving yang naasnya diterjang oleh ganasnya laut sunda dan tenggelam?
nah, beliau merupakan salah orang yang ikut mencari korban. mendengar ceritanya langsung
dari orang yang terlibat memang beda dari membaca berita.

Waktu pertama kali masuk ruangan kelas, serasa berkunjung ke ruangan dokter dah.
Satu dinding full dengan piagam-piagam sertifikasi Bang John & Global Dive.


Defi, mas Danni, Agung dan mas Harris sedang sibuk mendengarkan pelajaran dari Bang John

Penjelasan yang ciamik dari mba Jeyy :)

Basic gear yang harus kami kenali dan kuasai untuk praktek di kolam renang.
BCD, Regulator, fin, pemberat, snorkel dan masker. Kemudian kelas ditutup dan kami akan
bertemu kembali minggu depan untuk sesi kolam pertama *deg2an

*tampang bahagia walau kelaperan

Saran saya ketika kesini, bawalah cemilan! 
Selain kelas yang intensif (baca : istirahat cuma 10 menit)
ga ada yang jualan jajanan, toko terdekat bahkan tutup terus. 


19 Agustus 2013
kolam renang senayan, GBK - 18:00 - 22:00
(kolam loncat indah / kantor global yang ke-2)

Jakarta? MACET!!! jadinya sayapun agak telat sampai di senayan. Untungnya sampai disana
kelas belum dimulai, kami bahkan sempat ngobrol dan tukar cerita. Para finalis #enjoyjakarta merupakan
travel blogger yang sudah sering malang melintang tidak seperti saya yang terkesannya "newbie".
Sebut saja Bambang (Dukun kribo yang sudah pernah dive ke raja ampat) belum lagi
Agung yang bisa freedive hingga 20meter & barusan pulang ngedive di raja ampat juga! 
Ada pak guru Dzul yang tulisannya sangat ternarasi dengan rapi walaupun dia tidak bisa berenang :). 
Mas Harris yang ahli SEO dan terkenal di kalangan blogger. Ada Adhi si anak gunung, 
Defi yang sedang mengambil S2 ekonomi di Bandung dan terakhir
Agung yang sangat gigih dalam belajar untuk beradaptasi bernapas diair menggunakan regulator.
Walau sayang sekali ada 2 peserta yang akhirnya gugur di tengah jalan. Jadinya kami hanya ber-8
yang tetap melanjutkan pelajaran diving hingga dive dengan Riyanni Djangkaru.

Kelas pun dimulai setelah kami berkumpul sebentar di kantor Global yang ada di sebelah
kolam renang senayan, biar gampang saya sebut kantor global yang ke-2

Hal yang pertama kali kami lakukan setelah briefing adalah 
berenang bolak balik 11 kali nonstop!! 
Ngos-ngosan dan sedikit kepayahan saya berhasil melakukannya, 
walaupun beberapa kali berhenti untuk istirahat. *ngaku dosa :)
sumber foto : viva

Kemudian dilanjutkan dengan latihan Apnea atau belajar teknik pernapasan.
Dari yang cuma bisa menahan napas hanya selama 30 detik, setelah belajar
teknik pernapasan yang benar, saya jadi bisa menahan napas 1menit 40detik!! *sombong.
Tujuan kita belajar teknik ini untuk menghindari panic attack ketika sedang diving.
Misalnya jika saya kehabisan udara di bawah laut ketika sedang diving, saya bisa melakukan
Emergency Swimming Ascend dan punya waktu 1 menit 40 detik mencapai permukaan.
sumber foto : viva

Teknik yang disharing sebenarnya cukup mudah untuk dilatih :
1. Kita mengambil napas panjang sampai paru-paru kita full
2. buang napas secara cepat tiga kali (seperti meniup lilin dr jarak 30cm?)
3. kemudian kita kembali mengambil napas panjang lagi
4. ketika mulai menahan napas di air, ada tipsnya lagi, yaitu keluarkan napas sedikit
secara perlahan-lahan ketika kita sudah merasa membutuhkan oksigen alias bernapas
5. bisa kita keluarkan sedikit demi sedikit hingga sudah sampai batas
6. latihanlah dengan seorang teman, ga lucu juga kalau kita pingsan karna kehabisan udara
dan tidak ada yang menolong :)

Untuk artikel tentang belajar apnea bisa baca blog Agus Hong 
seorang freediver yang berbasis di Jakarta 

Setelah itu, kami mulai belajar mempraktekan yang kami dapatkan di kelas teori.
Memasang alat scuba & pemasangannya harus sesuai aturan dan regulasi.
Selalu lakukan dengan tenang, cepat dan aman. Periksa isi tabung apakah bau atau udaranya kurang?
Regulator di cek apakah berfungsi dengan baik? Setelah selesai, alat di letakkan di pinggir kolam.
Ga gampang juga angkat tabung beserta bcd dan regulator yang mencapai berat 15-16kg.

rapi ya :) *ga penting tapi seneng aja liatnya


Kolam yang kami gunakan, adalah kolam loncat indah yang mempunyai kedalaman 5m

Kemudian kamipun bersiap-siap turun dan dibagi menjadi 2 kelompok.
Setelah masuk dengan cara ngesot/duduk dipinggir kolam *ga nemu istilah yang bener di internet.
Kamipun mulai descend atau turun ke bawah secara perlahan dan pasti dengan cara
membuang udara yang ada di BCD kami dengan meng-deflate (mengeluarkan udara dari BCD).
 Tidak lupa untuk selalu equalize dengan cara menutup hidup dan meniupkan udara
seperti kita sedang naik pesawat, untuk mengurangi tekanan dari luar.
Untuk amannya lakukan equalizing per 1.5meter atau sebelum kuping terasa sakit.

Hal pertama yang saya terbersit dipikiran setelah sampai dasar kolam
"hadeuhhhhhhhhh pegel banget napas lewat mulut dan berasa berat,
BCD bikin ribet banget ya, ini masker yang fogging terus apa
visibility di kolam yang berasa gaussian blur? ini kolam dicuci berapa tahun sekali ya?
apa ga pernah dicuci ya? aduh kok laper ya. etc etc etc"
tapi setelah beradaptasi selama 5-10 menit saya mulai terbiasa bernapas dengan mulut
dan mulai tenang sambil melihat aktifitas dari bawah air. Menunggu diver lain
turun dari atas dan bergabung dengan kami untuk melakukan latihan skill basic diving.
sumber foto : viva

sumber foto : viva

Mask Clearing & Mask Removal adalah 2 hal yang saya pelajari hari ini di kolam,
yang untungnya bisa saya lakukan dengan baik. Kemudian baru akan melanjutkan skill yang ke-3
Jepret! lampu stadion kolam renang mati! Gelap!
ternyata kami sudah melewati jam operasionalnya kolam senayan, dan dengan terpaksa
harus di akhiri sesi kolam pertama daripada gelap-gelapan didasar kolam yang udah burem
ditambah suasana gelap dan dingin!!! hampir 2 jam di dasar kolam plus lapar bukanlah 
kombinasi yang cihui. Kamipun naik dan membongkar peralatan yang kami pakai.

Bisa memasang dan membongkar peralatan scuba juga merupakan pelajaran yang penting.
Walaupun biasanya jika menggunakan dive operator di lokasi-lokasi wisata semuanya akan diurus.
Ada baiknya kita mengerti dan selalu mengecek peralatan yang akan dipakai. 
#curigaan? bukan sih
tapi safety precaution aja. Kali aja ada salah satu peralatan yang rusak, setelah sampai dilaut
dan ternyata fatal. Sebisa mungkin hindari resiko diving dengan mawas diri.



20 Agustus 2013
kolam renang senayan, GBK - 18:00 - 22:00
(kolam loncat indah / kantor global yang ke-2)

Pelatihan ke-2 kami dikolam pun tidak kalah seru dengan hari pertama.
Skill yang dipelajari semakin banyak dan rempong! bayangkan, memasang BCD di darat aja
butuh effort, hari ini kami akan membuka dan memasang kembali di dasar kolam.

Selain itu kami juga belajar membuka pemberat dan memasangnya kembali dengan teknik
memutari badan kita ke arah kiri sambil memegang weight belt di paha kanan.
Mask clearing dan mask removal dipraktekan kembali ditambah dengan belajar menggunakan
regulator atau alat pernapasan yang terlepas jika kita berada di air. Selain itu kita juga diajarkan
gimana caranya berbagi udara ke buddy kita yang sedang kehabisan udara.

Penting dan harus ditaati! Jangan pernah menyelam sendiri.
bukannya karna kita takut berenang sendiri, tapi untuk menghindari kecelakaan diving
seperti kehabisan udara dan tiba-tiba kita #foreveralone ga ada yang bisa dimintai tolong.
Makanya kehadiran buddy itu penting dan wajib.

sumber foto : viva

sumber foto : viva
Disini saya sedang melakukan giant stride! deg2an abis

Sebelum melakukan itu semua, kami diajarkan dive entry : Giant Stride
alias melangkah lebar dan jatuh keair. Kedengarannya gampang ya?
Itu dilakukan dengan semua peralatan yang beratnya 16kg menempel di tubuh.
Deg-degan takut ketimpa tabung, takut kaki keplitek, takut hidung kemasukan air!

"Ayo Mei! turun!" teriak salah satu instruktur dari dalam kolam
"tinggal melangkah lebar aja, pandangan lurus ke depan & jatuhkan badan!" 

dalam hati saya
"Enak aja tinggal melangkah, situ enak udah bisa berenang kaya putri duyung, 
lah disini, baru kemaren belajar pasang alat scuba dan angkat beban seberat ini"

Dengan masker dan regulator terpasang yang dipegangi oleh tangan kanan saya,
sementara tangan kiri menahan tabung dibelakang. Sedikit menciut hati saya ketika
akan melakukan Giant Stride. Kenapa tidak dengan cara ngesot kemarin saja sih?
ternyata entry merupakan skill yang harus dipelajari di diving, karna dive entry tergantung
lokasi yang kita kunjungi. Ada yang beach entry, back roll, giant stride dan negative entry.

Byur!!! ketika melangkah jatuh ke air dan kembali mengapung dikolam
"ohhhh gini doang toh, ya elahhh" *sombong.

Tak terasa hampir 1 jam kami berlatih dikolam, setelah mempelajari basic skill.
saya dan buddy (Pak Gumilar) diajak keliling kolam untuk belajar buoyancy.
Lagi-lagi merupakan salah satu teknik penting yang harus bisa dikuasai diver.
Kita harus bisa mengatur udara yang ada di BCD sehingga kita bisa mengapung secara netral
di kedalaman tertentu tanpa naik dan turun seperti bermain yoyo.

Akhirnya setelah 2 jam, sesi kolam ke-2 diakhiri. Kamipun berberes dan briefing sebentar
di kantor global yang ke-2. membahas apa yang sudah kami pelajari dan persiapan untuk
belajar teori ke-2 dan ke-3 sebelum kami semua berangkat ke pulau kotok untuk ujian diving




21 Agustus 2013
kolam renang senayan, GBK - 19:00 - 21:30
(kantor Global Dive)

kiri divecomp di tangan , kanan divetable konvensional


Kembali ke kelas teori :( . Di sesi kali ini kami belajar Divetable.
Divetable adalah salah satu skill penting yang dibutuhkan di scuba diving untuk menghindari
decompression sickness yang bisa dibaca penyakit kelamaan nyelam diluar batas aman.
*banyak banget ya yang penting, sampai kerepotan dijejelin dalam 4 hari berturut-turut.
bagian depan divetable NAUI

bagian belakangnya yang ada diveplan sheet, bisa kita coret-coret pakai pensil dan bahkan
bisa dibawa ke dalam laut, biar kita inget diveplannya kita. Tapi kalau punya dana berlebih
bisa beli dive comp yang harganya juga keren, lebih mahal dari tiket PP ke Jepang.
Layaknya jam tangan, divecomp ini bisa digunakan tanpa membuat kita kerepotan ketika dibawah laut,
 tidak seperti divetable diatas. Fungsinya sangat praktis sekali untuk repetitive dive, divecomp
bahkan bisa mengingatkan kita untuk melakukan safety stop dan bahkan melarang kita untuk
terbang dengan pesawat sebelum waktu yang dibolehkan.

*Setelah dive, kita tidak diperkenankan terbang minimal 18jam!
"Emang kalau terbang sebelum waktu yang diperbolehkan kenapa?"
saya sempat tanya mas bambang, salah satu kameraman Antv yang ikut meliput
di pulau kotok. Menurut pengalamannya karna pernah melanggar aturan No Flight,
kepala akan terasa tidak enak, sakit dan bahkan bisa berakibat vertigo! 
hmmmmm, baiklah *noted!

Selama mengikuti kelas diving di Global Dive, kami diberikan satu buku tebal
(tebal pake banget, plus bahasa inggris yang kosakatanya ga jauh-jauh dari science)
untuk dibaca, dipahami dan dimengerti sebelum melakukan ujian di laut.
Karna selain ujian praktek, kamipun akan melakukan ujian teori 85 soal pilihan ganda,
dan ada kemungkinan tidak lulus lho!!! 
Buku scuba diver, divetable, sticker dan baju buat nyelam warna oranye jreng-jreng.
kenapa sih ga item semua aja bajunya, pikirku waktu awal-awal lihat bajunya.
Ternyata biar keliatan waktu dalam laut, biar gampang nyarinya :)

Selain mempelajari perhitungan divetable, kami juga di jejelin dengan first aid, safety scuba.
Diberikan cara mengatasi masalah yang terjadi di bawah laut. Kuncinya cuma tenang, tidak boleh panik.
Berhenti melakukan aktifitas, analisa masalah, selesaikan masalah dengan pelan dan pasti.

Sepertinya jika habit ini dilakukan terus-terusan dilaut, sedikit banyak akan terbawa dikehidupan darat.
Yang saya amati dari seminggu bersama para diver-diver senior, habit mereka hampir mirip.
Dari cara berbicara dan menjelaskan sesuatu pelan dan teratur, 
bahkan saya merasa mereka berbicara seperti ada scriptnya. Saking teratur dan jelasnya.
Jadi tidak heran jika diving bisa dibilang bermeditasi.
Awal saya sedikit terganggu dengan tempo yang buat saya seperti slow motion. 

Ketika sesi kolam pertama, saya sangat gelisah, tidak tenang.
Terbiasa dengan deadline perkerjaan yang tinggi, load kerjaan menumpuk dan keterbatasan waktu,
membuat saya selalu bergerak cepat seperti orang gila. Kemudian saya mencoba di sesi kolam ke-2 
untuk menerima keadaan slow motion, pada saat itu saya mulai menikmati tanpa banyak pertanyaan
dan memikirkan pekerjaan dibawah air *gila ya, di bawah air aja masih mikirin deadline.

Dan puncaknya ketika saya praktek di laut, apa yang terjadi?
SANGAT MENIKMATINYA!! 


22 Agustus 2013
kolam renang senayan, GBK - 19:00 - 21:30
(kantor Global Dive)

Hari ini merupakan hari terakhir kami untuk belajar teori, besok adalah ujian laut! 
Dan pelajaran terakhir adalah Diving Science. Kalau udah denger science bawaaanya
pengen pinjem pintu kemana aja-nya doraemon dan langsung ke laut deh.

Tapi lagi-lagi, bab diving science merupakan hal penting yang harus dipelajari
disini saya belajar tekanan udara dan laut sangat berpengaruh dan berbeda sekali.
Bahkan akan mempengaruhi keahlian buoyancy kita jika mengerti dengan baik.



Kelas ditutup dengan mempelajari ilmu pengetahuan selam yang berhubungan tekanan,
anatomi paru-paru, dampak penyelaman dan lingkungan. 
Setelah mempelajari resiko diving lebih dalam. Pada saat itu dipikiran saya :
"Gilaaaaa, dulu waktu discovery scuba di Bali untung berjalan lancar, gimana kalau udara abis
dan ga ngerti penanganannya? gimana kalau regulator copot dan panik terus langsung
berenang ke permukaan dengan cepat dari kedalaman 15m? bisa pecah paru-paru gue!"

tahukah kamu? kecepatan aman untuk naik kepermukaan adalah 9m/detik

Saya pun berdiskusi dengan Bambang yang pernah melakukan penyelaman
di raja ampat. Sama seperti saya, sistemnya discovery scuba tanpa melalui proses
belajar penyelaman yang baik. Dan kita berdua sepakat kalau kita 
#Muda&Berbahaya&Bitstupid!

Akhirnya setelah kelas selesai sekitar jam 21:30 kami pun di brief oleh Des dari pihak Vivalog.
Besok kami harus berkumpul di dermaga 15 Ancol jam 06:00 agar keberangkatan bisa tepat waktu.

Segera pulang! packing dan siap-siap tidur saat jam menunjukkan jam 23:00.
"ihhh deg2an besok ujian" melirik jam - 24:00
"Harus segera tidur!!! " melihat jam - 01:30
"ARghhhhhhhhhhhhhhhhhhhh gue ga bisa tidur" saat itu udah jam 02:30


23 Agustus 2013
Menuju Pulau KOTOK, kepulauan serebu!

Well, akhirnya ketiduran sebentar, jam 05:00 saya bangun dan bersiap-siap.
Sarapan pun cuma sekedarnya, hanya green tea pakai madu dan lemon, telor setengah matang
dan roti gandum dilapisi selai mayonaise tuna! *gimana kalau sarapan sebenarnya ya?



Setelah menunggu kurang lebih hampir jam 08:00, kamipun mulai mengemasi dan bersiap-siap
naik ke boat yang berkapasitas kurang lebih 30 orang ke pulau kotok dari dermaga 15.
Total 24 orang yang berangkat ke pulau kotok. Selain blogger, pihak Global dive, pihak vivalog
dan dari dinas pariwisata kepulauan seribu, ternyata pihak ANtv juga ikut meliput kami disana dan 
tentu saja bintang utamanya dari pihak Divemag, Riyanni Djangkaru.



PULAU KOTOK! TOUCH DOWN!
Setelah menempuh perjalanan hampir 90menit, kamipun tiba di pulau kotok.
Sedikit mengenai pulau kotok yang juga bisa disebut pulau resort, karna tidak ada penduduk yang
tinggal disana, hanya dijalankan oleh pihak resort. Setelah saya coba tanya kebagian
dinas pariwisata yang ikut bersama rombongan kami, ternyata pulau ini "dibeli" oleh
orang asing untuk dikelola dan disewakan.

Denah pulau kotok yang tidak terlalu besar, suasananya sangat asri.
Bahkan mau jalan ke bungalow no.4 yang akan saya tempati malam ini pun seperti
melewati semak hutan belantara dengan jarak hampir 5-10menit jalan dari dermaga.

 Info lebih lanjut Alam Kotok



Fasilitas di pulau kotok ini pun lumayan lengkap, dengan bungalow yang bernuansa alam dilengkapi
juga dengan cafetaria yang menyediakan makanan yang bisa diterima baik rasa maupun penampilannya.
Selain itu buat kalian yang ingin bermain di laut, ada diveshop yang menyediakan paket diving ataupun
hanya sekedar snorkeling di dermaga. Tidak lupa juga adanya bale-bale santai dipinggir laut untuk
menikmati sore sambil menunggu sunset ataupun sunrise :)

Penginapan Pulau Kotok
harus melewati jalan setapak yang agak mirip hutan belantara walau jaraknya pendek
bayangkan kalau jalan malam hari! seru atau takut?

Signage yang terkesan alami, dibuat dari kayu dan tulisan ditempel dari
biji-biji tumbuhan yang tersebar di hutan. keren!

Kamar yang kami tempati #4B, merupakan kamar lama yang saya rasa belum di upgrade,
soalnya setelah mengecek bungalow lain kok langsung berasa kaya anak tiri.
AC dikamar ini bahkan masih belum AC Split, wastafelnya membuang air langsung kebawah
dan ditampung dengan ember! Jadi tips saya, pesen bungalow no.7 yang baru dibuat.





Cafetarianya berada di tengah-tengah antara dermaga dan bungalow kami,
konsepnya unik, prasmanan yang diletakan di atas sampan yang sudah tidak terpakai
dan kita bisa memilih untuk makan di dalam atau ditepi laut sambil ditemani biawak lho!
Makanannya? nyam nyam :)



Menurut informasi pegawai setempat, ada lebih dari 100 biawak liar yang hidup di pulau kotok.
Mereka ada dimana-mana, bahkan membuat sarang pas depan kamar bungalow saya.



Fasilitas lumayan ya. Trus pantainya gimana? lautnya gimana?
Kalau saya liat dari kapal sebelum merapat saja sudah mau loncat!
Bening banget, dan udah kelihatan ikannya dari atas. Bagusnya lagi, karna datang 
hari jumat, pulau benar-benar kosong, hanya ada kelompok kami saja.

Pasirnya putih, suasana rindang dan poin pentingnya adalah 
kita bisa snorkeling atau diving langsung di dermagaatau tepi pantai bagian lain (sesuai peta di atas). 
Kita tidak usah repot-repot sewa kapal
buat hopping island untuk mencari spot snorkeling dan diving yang bagus.

Sebelumnya, mari kita minum welcome drink dulu ya sebelum melihat pemandangan
pulau kotok yang keren. Kalau istilah percetakan, lautnya di cetak udah pakai warna spesial
pakai pantone biru dan hijau!!!










Mari kita kembali ke menu utama alias ujian diving. Setelah kapal merapat, kami dibrief untuk
berkumpul pukul 10:30 setelah check in di kamar masing-masing. Setelah berberes kamipun berkumpul
kembali di dermaga yang saya rasa pada hari itu mataharinya ada 10! panas sekali.

sumber foto : Viva

Kemudian ujianpun dimulai dari memasang peralatan diving masing-masing. Kami diberikan
BCD sesuai dengan ukuran tubuh, penting untuk mengenakan BCD yang pas dengan tubuh
karna akan mempengaruhi buoyancy dilaut. Hari ini kami melakukan dive 2 kali.
Mengulangi apa yang kami pelajari ketika belajar di kolam, hanya saja sekarang langsung di laut
di kedalaman kurang lebih 5-6meter. 






sumber foto : Viva
semua terlihat serius dan sibuk memasang peralatan scuba

Ingat dengan entry giant stride yang saya sebutkan sebelumnya? udah agak tenang karna pernah 
melakukannya di kolam? Ternyata perasaan was-was kembali muncul. Saya harus melakukan
entry giant stride dari dermaga yang lebih tinggi dari kolam. Belum lagi karang dibawah
terlihat begitu dekat yang notabene makin meningkatkan perasaaan takut saya ketika akan loncat.
Tinggi dermaga dari air laut kira-kira kurang lebih semeter. #sumpah deg2an abis

seperti ini jaraknya, saking beningnya terlihat sangat dekat sekali dengan dasar.
disatu sisi, saya senang sekali melihat air laut sebening ini. campur aduk ga karuan!


Tidak bisa menunggu, satu persatu peserta mulai dipanggil kebawah.
Sebelumnya Bang John yang terjun duluan, kemudian di ikuti Riyanni yang juga dengan luwesnya
melakukan giant stride. Setelah muncul dipermukaan, Riyanni mengeluarkan komen 
yang sontak membuat saya tertawa dan menjadi lebih rileks, bahkan komen tersebut
membuat bapak dinas pariwisata kepulauan seribu yang menjadi buddy saya geleng-geleng
karna mendengar komennya yang nyeleneh hahahahaha. 

Akhirnya giliran saya dan Byur! begitu badan menyentuh air semua perasaan campur aduk
langsung hilang dan berganti menjadi tidak sabar untuk mencicipi diving dalam laut.
Bagaimana tidak? ketika saya melihat dengan masker ke bawah, karang dan ikan seperti
memanggil saya untuk berkunjung ke bawah. Seru!!

Setelah semua peserta selesai turun, kami pun perlahan turun kebawah dan berkumpul
di satu titik dekat tali yang digunakan sebagai penyeimbang kami ketika dibawah.
Beda sekali suasananya dibawah, dengan puluhan diver yang turun berbarengan
otomatis pasir-pasir yang tenang langsung berhamburan dan menggangu penglihatan.
Jarak pandang pun sangat pendek, walaupun kami hanya berada di sekitar 5-6meter
tapi dengan suasana yang burem sedikit banyak membuat saya sedikit was-was.

Sayang sekali saya tidak mempunyai dokumentasi bawah air yang sedang melakukan ujian
untuk dishare agar gampang dibayangkan sama kalian. 

Ujian basic skill pun dimulai, dengan berusaha keras menyeimbangkan diri
di tali yang saya pegang ditambah air yang berombak. Beda dengan air dikolam yang tenang
tidak ada arusnya. Satu persatu ujian yang diberikan perlahan namun pasti saya usahakan
untuk melakukannya dengan tenang dan tanpa terburu-buru. Semua berjalan lancar dan tiba-tiba!

Saya merasakan ada sengatan yang perih dipergelangan kaki kiri saya, pertama saya pikir
paling kesenggol Bambang yang pas ada disebelah saya. tapi terjadi sekali lagi di lutut bagian kanan!!
dan kali ini menyebar kedua belah kaki serta tangan, sontan saya kaget!

UBUR-UBUR!!! dalam pikiran saya. Tidak!!! 
Sambil berusaha tenang dan marah *sebel aja di gangguin pas ujian
saya berusaha tenang sambil melihat ke arah kanan kiri dan belakang yang ternyata
satu ikan bahkan ubur-uburpun tidak tampak. Jadi apa yang terjadi??

Misteri terpecahkan waktu saya naik ke permukaan, dijelaskan Ela, salah satu instruktur
dari Global Dive kalau yang "iseng" sama saya tadi itu adalah hydra. Riyanni pun membenarkannya :
"oooohh itu biasa tuh, paling bopeng bopeng dikit, nih liat punya gue"
jagoan bener dah si mba satu itu *salut.

kurang lebih seperti ini penampakannya

rasa sakitnya walau sebentar tapi terasa gatal ketika ke permukaan, dan langsung terlihat
memerah seperti bentol-bentol. Untung penangananya ternyata mudah, cukup di siram air hangat saja
untuk menghilangkan gatalnya dan bopengnya akan hilang seiring waktu.
Untung bukan ubur-ubur deh! Tapi kenapa si hydra itu bisa tiba-tiba iseng?
Ternyata hydra ini menempel di tali tambang yang terendam di laut dan bersarang disana
ini hasilnya setelah hari ke-2


Setelah kami selesai dengan dive pertama, kami pun makan siang dulu di cafetaria
sambil menunggu waktu jeda untuk diving ke-2 kami.
Di diving ke-2 ujian yang dilakukan adalah Emergency Swimming Ascend
dan Rescue. Dijelaskan kembali dengan singkat apa yang harus kami lakukan
seperti pada saat dikelas. Sambil memasang tanki baru kami kemudian mulai melakukan
persiapan kembali untuk terjun dan ujian berikutnya. Kali ini entry giant stride sudah tidak menakutkan :)

Tapi sebelumnya, kami berfoto bersama dulu dengan Riyanni Djangkaru, dikarenakan
pekerjaan di jakarta, dia tidak bisa menemani kami untuk dive ke-2 :(

Kali ini saya dan pak Gumilar turun duluan dan ujian dengan mas Cepi.
Karna berlangsung cepat dan sukses *ceilah, sombong! sisa udara di tanki masih banyak,
saya dan pak gumilar di ajak fun dive #Akhirnya!!! udah bosen dan stress juga diem di dasar
sambil pegangan sama tali yang ada hydranya.

Saya diajak ke arah kiri pulau sambil sedikit melawan arus, dengan jarak pandang yang
akhirnya lumayan tanpa adanya pasir-pasir yang ketendang karna saking ramenya.
Pelan-pelan saya coba mengingat cara mengatur buoyancy netral, sambil ingat kata Riyanni
ketika kami sedang ramai berkumpul di atas permukaan laut sebelum descend.
ini entah bener atau nga, soalnya doi rada nyeleneh & suka bercanda.
"Nih, lu belajar buoyancy gampang kok, 
kalau lu dah bisa pipis sambil diving beati dah ok!"
hahahhahahah, ntahlah :)

Setelah sudah berasa berada di posisi netral, saya akhirnya mulai berasa santai dan
bisa menikmati melihat karang-karang serta ikan-ikan yang sibuk berenang bolak balik.
Dan saya melihat ikan kerapu besar yang ditunjukkan oleh mas Cepi, langsung lapar!
Walaupun karangnya tidak seberwarna di crystal bay, tapi dengan ikan yang banyak seperti ini,
tidaklah rugi untuk datang mencoba melihat ikan schooling yang dari tadi muter-muterin saya.

HUJAN IKAN!!! 
Dari yang senang melihat ikan schooling tersebut muter sampe bosen dan merasa
itu ikan-ikan sangat kurang kerjaan dan lagi hilang arah tujuan hidup.
Daritadi muter-muter mulu. Saya liat ke depan belakang samping kanan kiri bahkan atas bawah
ikan tersebut masih tetap aja muter-muter rusuh.

Akhirnya fundive ini harus di akhiri, karna waktu semakin sore dan arus laut semakin kencang.
Setelah melakukan safety stops, kamipun mulai naik dari ujung tangga dan membersihkan peralatan kami
dan menjemurnya untuk dipakai lagi besok :)

*Penting untuk membilas peralatan yang dipakai dengan air tawar, agar peralatan lebih awet!




Akhirnya setelah bilas dan mandi, jam 19:00 kami berkumpul di cafetaria untuk makan malam.
Dan yang dinantikan tiba! Ujian Teori 85 soal *untung pilihan ganda.
Seharian diving dan beraktifitas benar-benar menguras tenaga dan mata sudah berat sekali.
Memaksakan diri untuk berpikir tentang fisika, hitung-hitungan divetable dll. Sejam kemudian
ujian selesai kami kerjakan dan pada saat itu jam sudah menunjukkan pukul 20:30.

Terus apa kita langsung tidur? tadinya sih saya maunya gitu. Rencananya tidur cepat, bangun pagi
mau snorkelingan di dermaga. Tapi mas Harris mengusulkan kita bermain "Werewolf" saja, permainan
yang sulit saya jelaskan disini, karna harus diajari dan dipraktekan langsung. 
Intinya permainan ini akhirnya membuat kita semua ketagihan dan yang ada kita meneruskan 
permainan ini sampai jam 24:00 >.<  
*bahkan konon katanya suara tertawa kami terdengar sampai di dermaga! LOL



24 Agustus 2013
Masih di pulau Kotok dan kembali ke Jakarta pukul 14:30

Untung saya bisa segera tertidur, jadi stamina untuk fun dive 2x hari ini
bisa dilakukan dengan fisik yang lebih oke. Kebangun lho jam 06:00 tanpa alarm.
Beberes sebentar dan saya langsung ke Cafetaria untuk sarapan, karna dive pertama akan
dimulai jam 08:00. Disana ada agus, yang sudah sempat berenang pagi-pagi di dermaga.
Sambil menunggu yang lain, kami mendengarkan cerita-cerita site diving yang sudah
pernah dikunjungi  mas Bambang, kameraman dari ANtv. Menyenangkan sekali sepertinya
tapi kayanya agak bahaya buat tabungan LOL! Bayangkan Live on Board di Komodo
bisa menghabiskan biaya 10juta lebih untuk 5-6hari. Diving yang dekat dulu deh, 
dipulau seribu aja udah bikin hati senang kok :)

Selesai sarapan, sambil menunggu yang lain, saya duluan ke dermaga
untuk menyiapakan peralatan scuba saya. Kali ini saya datang dan memilih masker duluan.
Penting banget memakai masker yang cocok dimuka, dari kemarin saya memakai masker
yang per 2menit fogging mulu, yang ada kerjaan saya cuma mask clearing terus.

Menurut mas Cepi, jangan memilih masker dari brand, tapi harus dicoba dulu.
Bukan brand yang menentukan kenyamanan tapi bentuk yang sesuai dengan kontur muka kita.




Selesai menyetting alat, jangan lupa untuk mengecek SPG yang kita gunakan.
Jika pada saat pemasangan dan bar menunjukkan angka kurang dari 200,
mintalah ganti ke dive operator yang bersangkutan.

Hari ini karna temanya fun dive (baca : ga ada ujian)
Jadinya lebih menyenangkan, kita bener-bener menikmati dunia bawah laut.
Teman saya bahkan sempat melihat penyu ukuran hampir 50cm hanya di kedalaman 5m!
Gile, sirik berat! Saya sempat ditunjukkan nudi branch, ikan yang berenang vertikal dan ikan hias lain
yang saya belum tau namanya, mau cari di google juga bingung. 

duo instruktur maut dari global Dive
Jeyy dan Ela

Saking funnya, ketika disuruh naik kepermukaan, agak tidak rela deh.
perasaannya masih mau aja melihat biota bawah laut. Tapi karna kita mengejar waktu
agar tidak ditinggal kapal. 2 kali fundive pun berakhir. Seperti biasa, membereskan peralatan
masing-masing dan makan siang sebelum akhirnya packing dan pulang.

Foto keluarga dulu di dermaga sebelum meninggalkan pulau kotok *ga rela!!


Tidak lupa bernarsis ria untuk reportase :)
clothing by @suddenly_sudden 

Mau pamer dikit deh, ternyata ujian teori yang dilakukan kemarin telah dinilai
dan saya dinyatakan lulus dengan nilai tertinggi!!! woohooo. Serasa prajurit
saya disematkan pin Global Dive yang diwakilkan oleh Jeyy.

Karna kita sudah lulus ujian teori dan praktek, pihak Global Dive akan memberikan kita
kartu sertifikasi yang diakui secara internasional, jadi kalau tiba-tiba kita mau diving
di belahan bumi manapun, cukup menunjukkan kartu sertifikasi NAUI.

kami semua diminta berpose dengan background octopus, maskotnya global dive
untuk keperluan pasfoto di kartu. kira-kira seperti ini nih behind the scene nya LOL


Dan kamipun boarding dan pulang ke arah jakarta sambil ditemani ombak yang lagi
tinggi-tingginya, agak berasa naik arung jeram campur kora-kora di Dufan.
Bagi yang tidak terbiasa perjalanan selama 90menit dengan gelombang dan hempasan angin
setinggi ini akan membuat mual dan muntah, tapi tenang saja. Pihak resort sudah siap dengan
kantong plastik untuk anda yang terganggu dengan goncangan ombak :)


Tak terasa 6 hari nonstop kami bersama-sama menyelesaikan pelatihan baik kelas teori
maupun kelas praktek kolam. Kami bahkan membuat grup Whatsapp (EnjoyJakarta)
untuk memudahkan komunikasi kami. Walaupun niat saya awal mengikuti hadiah ini
adalah hadiahnya yang menggiurkan? ternyata saya mendapatkan bonus yang lebih banyak
dari hadiah yang dijanjikan. Tidak bisa di nilai dengan uang!
Pengalaman baru, teman-teman baru, suasana baru bahkan ilmu baru yang saya dapat
dari pelatihan atau hanya sekedar sharing cerita dari rombongan. 
Karna pada dasarnya traveler sudah senang jalan, ketika ketemu, kami langsung klik
seperti bertemu teman yang lama saja. 

Terima kasih kepada pihak Vivalog yang sudah mengadakan lomba ini
dengan bekerjasama dengan pihak kepariwisataan kepulauan seribu serta divemag dan Global Dive
yang sudah memberikan pelatihan diving walau ngejelimet tapi berguna sekali untuk safety dive.



full team!! 8 finalis blogger lomba kepulauan seribu


Dan akhirnya, briefing terakhir dilakukan di depan dermaga ancol 15.
Dengan begitu banyaknya kamera yang mengambil foto kami, agak-agak berasa seleb *ganjen.
Sedikit pidato penutupan dari pihak vivalog, global dive dan dinas pariwisata
yang akhirnya ditutup dengan penyerahan merchadise.

Waktu saya pertama kali di telpon oleh pihak vivalog yang menyatakan saya masuk finalis.
Mereka memberitahukan bahwa selain latihan diving dan dive di pulau kotok,
kami juga akan diberikan merchadise, dalam hati saya.
"yah bolehlah, lumayan kaos viva, notes, bolpen, mug dan mungkin majalah divemag
secara udah dapat diving gratis ga usah muluk muluk"

ternyata!!!!! bukan itu yang kami dapatkan, melainkan satu set :
 Masker, Snorkel dan Fin open heel 

Ihhhh seneng banget!!!! hadiahnya pol abis pake banget!!
tahukah kamu, ketika saya dulu mau menikah, yang saya minta buat seserahan ke suami
"minta satu set peralatan snorkeling!!!!!" kata doi "ga usah, ga kepake, kamera aja"
yah sudah, tapi tetap ga mau menyerah, hadiah anniversary minta lagi, tetep ga dikasi!
terakhir akhirnya dah hopeless, alamat beli sendiri dah. 
Tapi tetep gigih minta dibeliin, biar sekalian dapat ijin belajar diving. 
Akhirnya waktu ulang tahun kemarin kembali meminta.
tumben lho doi mau dan rencananya akan beli kesana kalau ada trip ke pulau lagi.
*curhatan ga penting, tapi penting buat gue! pesan moralnya, kalau ngeyel biasanya akan terkabul
dengan cara seajaib apapun!


Perjalanan di pulau kotok mungkin berakhir, tapi masih banyak pulau lainnya di pulau seribu
yang belum saya kunjungi! Jadi perjalanan dan reportase saya masih belum berakhir!
Jadi, sudah ke pulau mana sajakah kalian di kepulauan seribu?
#EnjoyJakarta 


Until next post,

Love,
M











15 comments:

  1. Keren,,,,,, sengan melihat kegiatan para blogger yang sukses mengikuti lomba ini. Selamat bagi para sahabat yang telah menikmati perjalanan dengan petualangan yang berharga ini.

    Salam wisata

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selamat ya sudah jadi pemenang finalis untuk lomba blognya.

      Salam wisata

      Delete
  2. Sumpah ci ! snorkeling kemaren ajah pas ke pulau payung masih berasa jadi kepengen lagi pas baca post cici. SERU !! jagoa banget dah ci mei ! haha

    siapa yang menang nih ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. belum ada kabar pemenang nih *mudah-mudahan menang :)

      baru sekali kan ke pulau serebu kemaren?
      cobaiin lagi pulau yang lain, masih banyak yang keren

      Delete
  3. Nice post ci!!
    Post yg super panjang! *baru selesai baca*
    Congratss ce nilai plg tinggi sama dpt seperangkat snorkeling..
    Waaw cici beranii diving yaa.. Sayaa takut air *o*
    Pulaunya bagus jernih airnya. Bungalow nya juga lumayan bagus!
    D tunggu post-post jalan2 lainnya lagi ^.~

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha panjang ya, aku yang nulis aja mau pengsan saking panjangnya.
      kegiatan 7 hari di compile dalam satu postingan jadi begini nih, kaya novel.

      Delete
  4. wow what a nice experience cie ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo ke jakarta, sempatkan ke pulau serebu vee :)

      Delete
  5. Aaaaaahhhhhh~~~Itu airnya bening banget! Ga wajar bagusnyaa. Mau main kecipak-cipuk disana. T.T Envy you alot ciciii. Snorkel aja belom pernah, tapi baca ini jadi pengen belajar diving juga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. plus itu merchandisenya sih mantap banget ci. :'D Mauu~~. Btw, baru tau loh kalo ci Mei uda merit, dipikir masih single ting2. haha

      Delete
    2. hahahaah bahasanya "ga wajar"
      tapi iya sih airnya bening cling cling banget, rindang dan private island. jadi sepi dan liburan banget :)

      kalau mau coba diving, tapi bingung mau ambil *ragu?
      cobaiin aja try scuba di kolam senayan cella, kemarin temenku ada yang cobaiin di kolam langsung ketagihan dan mau ambil kursus.

      kamu coba dulu aja dikolam, kalo ndak salah biayanya 150rebu untuk 2 jam deh, semua peralatan sudah disediakan, cukup kesana bawa baju renang aja :)
      bisa kontek ke global dive tuh, langsung ke mba jeyy

      *ga keliatan ya dah merit *kelakuannya abg abis kayanya hahahhah

      Delete
  6. Can't stop laughing reading this ce hahaha... xD Seru banget yah ciii >_<

    ReplyDelete
  7. viva news sebelahnya kantor saya najis emang jauh banget hahahaha aihh sama mas haris juga ya ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha emang tuh mba, jauh gilaaaaa.

      Sekarang mas harris masuk 50besar finalis terios tuh. Canggih deh doi

      Delete