27 January 2013

Travel Poison : Pulau Pari


I'm a beach lover, so in a future you're gonna read a lot of my beach post :D
sebenarnya cerita trip kali ini sudah kadaluarsa ya, perginya dah hampir setahun,
tapi terlalu malas untuk mengedit postingannya. berhubung bulan maret ini akan ada rencana
mengunjungi pulau ini lagi, jadi sekalian deh, di ceritakan kembali trip Pulau Pari.

Jadi, dimana letak pulau pari ini & apa sih bagusnya pulau ini sampai mau kembali lagi?
pulau ini berada di gugusan kepulauan seribu, Jakarta
hanya berjarak 3 jam dengan menggunakan kapal motor besar yang berangkat dari
pelabuhan muara angke, ada opsi lain untuk ke pulau ini, bisa berangkat dari dermaga ancol
menggunakan speedboat dengan biaya yang sama yaitu Rp.30.000 saja.
hanya saja kapasitas speedboat ini sangat sedikit, yaitu 25 kursi, jadi ya adu bangun pagi
dan antri disana, karna ga ada sistem booking :( . Beda dengan kapal motor besar yang
berkapasitas 100 penumpang, dan yah..... kadang dimuat-muatin sampe berlebihan *ga bener.


buat saya, tujuan utama ke pantai adalah berenang! kalau ga berenang sama saja
makan sayur tanpa garam, ga enak. Apalagi berenangnya pakai acara snorkeling di tengah laut
aduhhhhh bahagia sekali melihat karang-karang *walaupun ga sebagus di bali, tapi lumayanlah.
dengan tingkat visibility berkisar 5 meter. mengikuti beberapa ikan kecil dan kalau beruntung bisa
melihat penyu bengong di dasar karang.

Setelah berenang dan snorkelingan seharian ditengah laut, perahu akhirnya kembali ke pulau pari, karena masih belum puas dengan 3 pulau kecil yang disinggahi untuk snorkeling, matahari sore masi bersinar, saya kembali bersantai di pinggir pantai sambil berenang dan bermain pasir putih yang masih bersih.

Pulau Pari masih sepi dari serbuan wisatawan Jakarta, yang lebih mengandrungi pulau tidung ataupun pulau pramuka yang memang lebih dulu terkenal. Kalau menurut cerita penduduk lokal, dulu pulau ini ketika tahun 70an, masih banyak ditemukan ikan pari, makanya pulau ini dinamakan pulau pari. Karna tingginya tingkat pembantaian ikan pari akhirnya malah satu ekor pari pun sudah tidak ditemukan disini :(

Yang saya suka dari pulau ini selain masih sepi, pemandangannya luar biasa sekali, pasir putih, pantai landai, suasana yang tenang, penduduk yang ramah, dan tentu saja ikan bakar yang gurih! Bagi kalian yang suka memotret tidak ada salahnya berkunjung kesini untuk hunting foto, dijamin bakal kurang kapasitas memori cardnya :)







Setelah matahari sudah cape bersinar, saya pun beranjak ke penginapan untuk membersihkan diri dari asinnya air laut dan butiran pasir putih yang seharian nempel di badan.


sekitar jam 7 malam saatnya makan malam prasmanan ala kadarnya tapi mengenyangkan lho.
ada tahu dan tempe goreng, ayam masak cabe, sop sayur, sambel pedas dan semangka.
Setelah itu? sambil terkantuk-kantuk karna kecapean bermain seharian di laut, kita berusaha menyegarkan diri dengan mengupdate gosip, LOL .




Puncak acara malam ini adalah BBQ ikan di tengah lapangan jam 9 malam,
semua ikan yang dibakar fresh from ocean, bisa kebayang ya, rasa dagingnya yang gurih dan manis
ketika dibakar dengan di olesin margarin. Setelah matang, ikan disajikan dengan sambel kecap tomat cabe rawit dan tak lupa bawang putih. masi kurang??? tenang, abis makan ikan bakar,
malam ditutup dengan minum es kelapa muda. hahhhhhh what a blissssss.


Dan besok paginya sebelum pulang, sarapan dulu ya pastinya. Sarapannya sih boleh standar, cuma
nasi uduk, telor yang overcooked, tempe yang kemanisan, plus krupuk yang warnanya seperti
warna pantone dan bawang goreng yang hangus.

Tapi yang ga biasa itu tempat sarapannya, di pinggir pantai pasir perawan!! yup, ga salah baca namanya emang pantai pasir perawan. konon katanya ada seorang gadis perawan yang tiba-tiba menghilang di pantai tersebut. ihhhhhh

Pantainya indah dan bersih sekali, airnya tenang, karna banyak sekali bakau yang ditanam disana, dan
kami juga diberi bibit bakau untuk ditanam, kapan lagi menanam bakau di pinggir pantai :) , untuk menuju ke pantai ini, dari penginapan saya harus mengayuh sepeda kira-kira 10 menit. Pantai ini terletak di belakang pulau (jika kita berpatokan dermaga ada di depan ya)







Biaya bersenang-senang 2 hari 1 malam ini cukup membayar Rp. 400.000 perorang, murah dan fun!
daripada tiap weekend cuma ke mall, sekali-kali bolehlah bermain ke pulau pari. Dengan harga segitu kita sudah dapat fasilitas lengkap seperti :
- biaya kapal dari muara angke ke pulau pari bolak balik
- penginapan AC + kipas
- makan 3 kali + BBQ
- snorkeling (disediakan alat dan perahu nya)
- dipinjamkan sepeda untuk berkeliling pulau
- menanam bakau

Hanya saja jangan berharap ada penginapan resort disana, hitunganya kita meminjam rumah penduduk untuk di tempati, dengan fasilitas yang lumayan oke lah ya, sekelas hotel melati kalau menurut saya. dilengkapi tivi, dispenser, air bersih, walaupun dengan penerangan seadanya dan tanpa ada interior khusus.






Ga afdol deh, kalau jalan-jalan ga menyelipkan foto makanan :D
disana jajanannya cuma ada baso, dan ibu yang jualan malu kalau di foto >.<






Until next post,

Did I Poisoned You?
Love,
M



9 comments:

  1. pengen ke pulau pari jadinya.. pernah maen2 ke daerah surabaya ce? ada apa ya yang bagus di sekitar sini?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Belum pernah nih aku ke surabaya, mudah2an tahun ini kesampaiaan. Kuliner surabaya juga katanya mantap mantap.

      Delete
  2. Replies
    1. iya, seneng deh di pulau ini, rencana mau kesana lagi

      Delete
  3. pasir ny berkarang keras2 gitu ga say? apa lembut? :)

    ReplyDelete
  4. waah masih ada ya tempat sebagus ini sedeket itu sama Jakarta… Rp 400.000 itu ngurus sendiri, ikut group trip, apa gimana?

    ReplyDelete
  5. Wah sy kesana udah 460.000 pas banget saat kenaikan BBM kemaren
    mampir kesini juga ya sis http://dzulfikaralala.wordpress.com/2013/07/17/enjoy-jakarta-pulau-pari-mutiara-kepulauan-seribu-yang-berkilau/

    ReplyDelete
  6. Halo..

    Boleh kirim biodata lengkap ke vinda.prashita@viva.co.id untuk data lomba Enjoy Jakarta. Ditunggu ya.

    Terimakasih

    ReplyDelete